Mendalo, 19 Januari 2026 – Sebagai bagian dari program penguatan karakter dan pengetahuan keislaman, Ma’had Al-Jami’ah UIN Sulthan Thaha Jambi menggelar pelatihan tajhizul mayyit selama enam hari. dimulai dari tanggal 31- Desember -2025 sampai dengan 8-Januari-2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasantriwati dari berbagai jurusan dengan tujuan membekali mereka agar mampu melaksanakan pengurusan jenazah secara benar sesuai syariat Islam.
Pelatihan ini menjadi momen penting dalam membangun kesadaran peserta terhadap pentingnya memahami tata cara pengurusan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama enam hari penuh yang terbagi dalam sesi teori dan praktik lapangan. Materi teori meliputi dua aspek utama: memandikan mayyit dan mengkafankan mayyit, serta penjelasan mendalam tentang tata cara dan adab yang harus diperhatikan saat melakukan proses tersebut.
Dalam sesi teori, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mendalami aspek memandikan dan mengkafankan jenazah secara terpisah. Pembelajaran ini didukung oleh narasumber berpengalaman yang telah menempuh pelatihan serupa dan memiliki kompetensi tinggi di bidang fiqh jenazah. Mereka menjelaskan secara rinci langkah-langkah yang harus dilakukan, termasuk tata cara memandikan mayyit dengan memperhatikan kebersihan dan penghormatan terhadap jenazah, serta proses mengkafankan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Sementara itu, kegiatan praktik dilaksanakan secara langsung menggunakan relawan sebagai objek latihan. Peserta dibagi menjadi empat kelompok kecil agar dapat memperoleh pengalaman praktis yang lebih intensif dan nyata seperti kejadian sebenarnya. Praktik ini dirancang sedemikian rupa untuk memberi gambaran lengkap tentang proses pengurusan jenazah dari awal hingga akhir, mulai dari membersihkan tubuh mayyit, memakaikan kain kafan, hingga menyiapkan jenazah untuk disholatkan.
Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam aspek teknis tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter Islami yang kuat. Melalui pengalaman langsung dan pemahaman mendalam tentang kematian, diharapkan mahasantriwati mampu memahami hakikat hidup dan kesiapan menghadapi kematian—sebuah konsep penting dalam ajaran Islam yang menanamkan rasa takut kepada Allah SWT sekaligus keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
Selain memberikan manfaat praktis bagi peserta, kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan ini, para mahasantriwati diharapkan mampu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam pengurusan jenazah secara profesional dan penuh rasa hormat sesuai syariat Islam. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi generasi ilmuwan dan aktivis dakwah tetapi juga agen moral yang mampu menegakkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Pengalaman pribadi para instruktur menunjukkan bahwa pelatihan seperti ini sangat efektif dalam menanamkan rasa tanggung jawab serta meningkatkan kepekaan sosial peserta. Statistik internal menunjukkan bahwa sekitar 85% peserta merasa lebih percaya diri dan siap melakukan pengurusan jenazah setelah mengikuti pelatihan ini. Bahkan, beberapa dari mereka sudah mulai terlibat aktif membantu keluarga almarhum di lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari civitas akademika UIN Sulthan Thaha Jambi maupun masyarakat sekitar. Kepala Ma’had Al-Jami’ah menyatakan bahwa pelatihan tajhizul mayyit merupakan salah satu upaya strategis dalam membumikan nilai-nilai keislaman yang autentik sekaligus membangun karakter peserta agar selalu ingat akan kematian sebagai bagian dari kehidupan manusia.
Dengan keberhasilan pelaksanaan selama enam hari ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas cakupannya di masa mendatang guna menciptakan generasi muda Muslim yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga memiliki kedalaman iman serta ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga langkah ini menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dan memberi manfaat besar bagi masyarakat luas.[ADMIN]


Tinggalkan Balasan