Home » PROFIL » Gambaran Umum Ma’had Al-Jami’ah IAIN STS Jambi

Gambaran Umum Ma’had Al-Jami’ah IAIN STS Jambi

Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (IAIN STS) Jambi di usianya yang keempat puluh tahun semakin menyadari berbagai dilema yang belum terselesaikan untuk mewujudkan visi dan misinya, yaitu altmencetak para ulama yang intelek dan atau para intelek yang ulama. Kondisi ini meniscayakan untuk mengatur dan menyusun derap langkah ke depan dengan mengadakan berbagai kreasi dan inovasi dalam mengembangkan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan modern secara terpadu. Hal itu dimungkinkan karena mahasiswa yang di terima di lembaga pendidikan ini, selain tidak memebedakan latar belakang pendidikan juga tidak sektarian di atas aliran, paham, organisasi massa atau keagamaan tertentu.

Share

IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terletak di Ibukota Propinsi Jambi, salah satu propinsi yang di masa lalu memiliki banyak ulama terkenal baik di tingkat lokal maupun di tingkat nasional. Namun, seiring dengan keberadaan IAIN STS Jambi sejak era tujuh puluhan, para ulama yang menjadi simbol dan panutan umat itu secara berangsur-angsur ditelan usia. Dalam waktu yang bersamaan, lembaga-lembaga pendidikan agama seperti madrasah-madrasah yang menjadi sentral pencentak ulama di daerah ini mengalami kemunduran dan sampai saat ini sulit untuk bangkit dan kembali pada posisi dan peranannya sebagaimana layaknya di masa lalu.

Kondisi obyektif inilah yang menjadi keprihatinan semua pihak, khususnya umat Islam. Oleh karena itu, pimpinan IAIN STS Jambi saat ini bertekad untuk mengupayakan secara optimal mengembalikan citra bahwa Propinsi Jambi merupakan salah satu sentral pencetak kader-kader ulama. Upaya ke arah itu telah dirumuskan melalui beberapa langkah-langkah strategis, di antaranya dengan membentuk suatu lembaga dengan program kekhasusan yang bersifat kurikuler, yaitu Program Ma’had al­-Jami’ ah al-Aly yang dimulai sejak tahun akademik 2008/2009.

Adapun yang menjadi alasan dibentuknya Program Ma’had al-Jami’ah al-Aly IAIN STS Jambi ini antara lain didasari pada pemikiran-pemikiran sebagai berikut:

Pertama, menjawab tuntutan lokal dan tantangan global. Disadari bahwa pada awal abad ke delapan puluhan telah tumbuh dan berkembang lembaga pendidikan agama tingkat menengah atas seperti Madrasah Aliyah Negeri atau Swasta dan Pondok Pesantren dengan berbagai coraknya, “tradisonal dan Modern”. Namun keberadaan kedua model lembaga pendidikan tersebut masih memiliki berbagai kekurangan atau kendala yang cukup berarti dalam upaya pembentukan ulama, sebagaimana yang pernah diperankan oleh lembaga­-lembaga pendidikan sejenis pada masa sebelumnya. Kendala itu berimplikasi terhadap semakin langkanya figur ulama yang memenuhi kualifikasi sebagai panutan umat, sekaligus sebagai tokoh terkemuka di bidang agama, khususnya untuk wilayah Propinsi Jambi.

Meskipun saat ini di beberapa daerah tertentu di wilayah Propinsi Jambi masih ada tokoh-tokoh ulama yang cukup dikenal dan menjadi panutan masyarakat sekitarnya, namun dalam penampilan keilmuannya masih dirasakan adanya dikotomi wawasan dan corak pemikirannya. Hal ini terlihat bahwa sebagian besar dari mereka cenderung disebut sebagai kelompok tradisionalis yang memeliki pemahaman yang mendalam tentang ilmu-ilmu agama, tetapi kurang mengerti ilmu-ilmu sosial kemasyarakatan, informasi mutakhir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, ide, gagasan, pendapat dan pemikiran mereka dirasakan belum mampu untuk menjawab dan memecahkan berbagai problem (solver problem) yang muncul pada abad kontemporer yang ditandai dengan munculnya era-globalisasi.

Di sisi lain, lembaga-lembaga pendidikan umum maupun agama memang mampu mencetak sarjana-sarjana muslim yang mahir dan menguasai ilmu pengetahuan kontemporer maupun teknologi modern, namun tidak didukung dengan ilmu-ilmu keislaman yang mendasar dan memadai, sehingga tidak mampu membuat keselarasan dan keseimbangan antara tuntutan kemajuan zaman dan prinsip ajaran agama. Konsekuensinya, gagasan, pemikiran dan solusi yang mereka tawarkan dalam pemecahan berbagai permasalahan umat, tidak mempunyai pijakan yang kuat dari kaidah-kaidah keagamaan.

Dalam kompleksitas inilah IAIN STS Jambi merasa terpanggil dan ikut bertanggung jawab untuk menemukan solusi yang tepat bagi pemecahan masalah dimaksud dengan mencetak kader-kader ulama yang memiliki basis ilmu-ilmu keagamaan tradisional dan menguasai ilmu pengetahuan kontemporer secara seimbang. Untuk itu IAIN STS Jambi akan melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat multi disipliner agar melahirkan ulama-ulama yang intelek profesional atau intelek profesional yang ulama.

Selain itu, IAIN STS Jambi yang berkiprah di bidang pendidikan tinggi juga tidak terlepas dari tantangan globalisasi yang ditandai dengan semakin kompleknya masalah kehidupan umat dewasa ini dan munculnya tantangan kehidupan masa depan. Tantangan dimaksud telah meniscayakan IAIN untuk eksis dan memerankan diri sebagai salah satu lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam yang mampu berdiri sejajar dengan lembaga Pendidikan Tinggi lainnya dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagai pusat peradaban Islam (Center of Islamic Civilization). Hal itu mungkin saja dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas program pengajaran di IAIN STS Jambi, juga dengan melakukan kerjasama dalam berbagai kegiatan akademik dan non akademik dengan beberapa lembaga pendidikan tinggi lainnya, baik yang berskala nasional maupun internasional.

Sejalan dengan tuntutan era globalisasi yang ditandai dengan semakin tinggginya kompetisi dalam berbagai lapangan kehidupan, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan mutlak diperlukan. Dalam keikutsertaan kompetisi dimaksud, semua pihak selain dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, juga dituntut untuk memiliki pengetahuan keagamaan yang memadai, sehingga melahirkan para generasi yang memiliki moralitas yang handal, mempunyai etos kerja yang tinggi dan bekerja secara profesional. Dalam hal ini IAIN STS Jambi akan berbuat semaksimal mungkin untuk memenuhi tuntutan lokal dan menjawab tantangan global dengan meningkatkan kualitas pengajaran ilmu-ilmu keagamaan, juga dengan membekali ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan di era modernisasi; seperti ilmu pengetahuan manajemen, ekonomi, politik, hukum, komputer dan keterampilan berbahasa asing, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Kedua, bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai sumber keilmuan. Penguasaan bahasa Arab dan Inggris bagi mahasiswa sebuah perguruan tinggi merupakan prasyarat mutlak dalam pengkajian ilmu-ilmu keislaman maupun umum. Terkait dengan hal itu, sebagian besar mahasiswa yang masuk ke IAIN STS Jambi berasal dari tamatan Madrasah Aliyah Negeri/Swasta dan Pondok Pesantren maupun sekolah umum yang pada umumnya kualifikasi kemampuan mereka di bidang bahasa Arab maupun bahasa Inggris belum memadai dan kurang menggembirakan. Hal ini berimplikasi pada rendahnya kemampuan mereka dalam mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu keislaman maupun umum pada jenjang pendidikan S1 IAIN STS Jambi.

Fenomena ini pada dasarnya sudah terdeteksi dari awal penerimaan mahasiswa, di mana sebagian besar calon mahasiswa mengalami kesulitan dalam menjawab ujian bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dengan demikian, dalam pengembangan IAIN STS Jambi ke depan, hal ini dianggap sebagai persoalan yang krusial yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus sebagai daya peningkatan mutu pengajaran secara umum.

Berdasarkan kedua tuntutan tersebut di atas, maka IAIN STS Jambi memandang bahwa pendirian Ma’had al-Jami’ah al-Aly dirasa sangat urgen bagi merealisasikan semua program kerjanya secara integral dan sistematis, sejalan dengan visi dan misi IAIN STS Jambi..

Comments

comments

About admin

Check Also

Sejarah Berdirinya Ma’had al-Jami’ah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin

Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai perguruan tinggi agama terbesar di propinsi …